Senin, 05 Desember 2011

Kursus Jahit Kilat

Kursus jahit ini benar-benar kilat hanya memakan waktu sekitar 3-4 jam. Dari selembar kain jadi satu proyek kemeja sederhana. Ini adalah hasil karya pertama gue di dunia jahit. Senangggg..... banget melihat kemeja ini bisa melekat di badanku. Walau jahitannya masih belum lurus. Oya yang ngajar adalah ibu Tatiana Vidi, pengarang beberapa buku panduan menjahit. Saat ini beliau masih mengajar dan membuka kelas di BSD city. Karena jauhnya jarak dari Semanggi ke BSD, jadi gue tidak bisa berguru pada beliau lagi. Bagi yang berminat silahkan hubungi beliau juga punya akun facebook. Selamat belajar...

Sabtu, 06 Agustus 2011

Setan Buah

Apapun yang kita asup tiap hari pada intinya bukan hanya untuk menghilangkan rasa lapar. Yang paling penting adalah untuk menjaga kesehatan tubuh. Nah kemudian yang harus dipikirkan adalah bagaimana memilih makanan yang baik untuk tubuh. Pilihan makanan yang baik memiliki banyak kriteria. Salah satu dari makanan yang baik adalah BUAH-BUAHAN. Makanan ini terpercaya sangat baik untuk kesehatan. Bagaimana membuat orang suka pada buah-buahan. Alangkah baiknya menanamkan kebiasaan makan buah sejak dini pada anak-anak. Hal ini sudah saya coba pada anak-anakku, hasilnya sangat baik. Selain menjaga kesehatan tubuh, tidak gampang sakit, dan terutama mereka terbiasa mengenal makanan manis dari buah-buahan dan bukan manis dari gula buatan. Bahkan keluarga kami boleh dijuluki SETAN BUAH hahahaha... karena kami semua sangat suka buah-buahan.

Semoga anda juga bisa jadi setan buah hahaha....

Note: buah favorit kami adalah apel, jeruk, pisang, pepaya, kiwi, pir, anggur, belimbing. Gambar yg ada di foto buah sisa dari lemari pendingin. Harus beli lagi neh.

Jumat, 01 Juli 2011

Patchwork and Quilting

Kursus jahit adalah hal yang menyenangkan untuk diikuti. Rasa panasaran muncul ketika harus mewujudkan kain dengan berbagai ukuran, corak dan model menjadi sesuatu yang berdaya guna seperti pakaian, dan perlengkapan rumah tangga. Tapi hand patchwork and quilting pun pantas membuat anda penasaran. Kumpulan kain perca, di pola, jahit, dan tring.... jadilah selimut, taplak, hiasan dinding, tas, pembungkus laptop dan buku, sarung bantal yang memiliki nilai seni tinggi dari sebelumnya.
Penasaran ??? Ikuti yuk

Saat ini saya sedang bergelut membuat selimut bayi. Tidak ada step by step pengerjaannya karena saya sangat antusias mengerjakannya dan lupa untuk mendokumentasikannya hehehe... Oya, mau belajar hand patchwork and quilting? Bisa kunjungi Craft Corner Kreasiku di Plaza Semanggi Jakarta with Mrs.Eka Yunita. Beliau suhu patchwork dan quilting ku. Thanks Mrs. Eka...

Note: I tried my best to do this, don't laugh me ya  hehehe....


Saya sebut alat-alat di atas ya: yang putih bentuk persegi panjang mengelili kain adalah pembidangan, benang quilt, jarum quilt, pendedel benang, bidal, mata nenek, pensil merah biru. Sebenarnya masih banyak alat lain yang tidak terfoto. Nanti pada sesi pembuatan tas, baru kujelaskan ya.



Note: Aku dah ngerjain proyek ini sejak bulan Juni. Kenapa lama banget, karena tertunda oleh pekerjaan rumah tangga dan nikahan sodara. Tp pekerjaan seperti ini biasanya memakan waktu, makanya harga produk biasa mahal. Tapi dijamin ga akan nyesel punya selimut hasil hand patchwork and quilting.

Sabtu, 30 April 2011

Sea World

Aku dan mas Pebri tidak mau jika BinBen hanya tahu bahwa di Jakarta banyak mall. Maka kami putuskan minggu ini ke Sea World. "Yuk kita lihat ikan hiu", kata kami pada Bintang. Dia sangat antusias, senang, walaupun waktu pertama masuk dia langsung minta pulang karena dalam Sea World agak gelap... Tapi lama kelamaan Bintang terbiasa bahkan senang melihat-lihat beragam ikan dan terumbu karang. Reaksi Ben gimana? Hohoho... dia juga bersuara, bubbling ga jelas seperti ini, "Hi..... hi....., mmmphfhhh,,, hi..." Kira-kira apa yang ingin dia sampaikan ya? Tapi Ben tampak senang, tidak rewel, antusias lah. Makasih Pah, buat jalan-jalan kita hari ini. Love you.

Oya, terlampir adalah hasil jepretan suamiku. Menurutku, dia berbakat di bidang fotografi, tinggal dipoles aja, mantaff.. Kl foto suamiku, aku yang jepret, hehehe..beda ya, maklum lg belajar.






How CAN they SURVIVE??

Setengah berbisik tanpa sadar kalimat itu terucap ketika melihat kondektur dan pengamen di bus metromini P67 jurusan Blok M-Senen. Bus tua dengan warna cat orange biru yang sudah kusam, sekusam wajah lelah kondektur yang berdiri di pinggir pintu depan bus dan wajah letih pengamen di sudut pintu belakangnya. Ternyata kalimatku tadi terdengar oleh suami yang lagi nyetir yang juga kebetulan menengok ke arah yang sama denganku. Suami langsung nyahut, "Ya bisalah Ma, tuh buktinya..." Ya, mereka masih bisa tetap hidup dengan segala keterbatasan sana sini. Asap knalpot kendaraan adalah wangi uang. How can they survive? Setiap hari mencari uang dengan cara yang sama, merasakan penat, hiruk pikuk, lelah pasti, stress apalagi. Tapi kebutuhan hidup terus memanggil membuat mereka bertahan ya akhirnya jadi survive.

Gila, dalam hatiku. Keras, keras betul hidup di sini.

Tapi memang inilah yang aku cari. Aku juga ingin mencicipi kerasnya hidup di Jakarta. Terdengar agak gila ??? hehehe... Saat suami ditugaskan di Jakarta, aku memutuskan untuk berhenti bekerja dan ikut pindah dengan beberapa alasan. Salah satu diantaranya adalah agar aku dan anak-anakku belajar bahwa ada kehidupan lain selain dari yang kami miliki di Sorowako. Sorowako adalah our comfort zone. Di sana kami tinggal di rumah dinas dengan sarana air, listrik, telpon lokal GRATIS. Biaya sewa rumah yang amat sangat murah. Semua seperti disulap, sim salabim... cring Anda mendapatkan rumah full furniture plus servis kalo ada kerusakan dalam rumah (kompor listrik, mesin cuci, mesin pengering pakaian de el el), halaman rumah nan luas, air bersih. Tidak ada keluhan tentang MACET, SAMPAH, BANJIR, PENGEMIS, PANAS.
UEenak tenan...

Tapi apakah itu baik untuk perkembangan anak-anakku? Baik karena mereka bisa hidup tenang, nyaman, aman, bahagia. Tapi menurutku mereka jadi kurang paham dengan yang namanya SURVIVAL, bagaimana bertahan dalam kerasnya hidup. Aku tidak mau anak-anakku kelak kaget bahwa hidup tidak seindah yang mereka bayangkan. Bahwa ternyata hidup adalah perjuangan, itu yang ingin aku tanamkan ke mereka. Aku berharap dengan merasakan hidup di Jakarta, aku dan suami dan anak-anakku sadar bahwa kami harus terus berbenah diri untuk bisa bertahan dalam kerasnya kehidupan saat ini dan di waktu yang akan datang.

Dulu Bapakku pernah menyampaikan bahwa, tidak ada yang bisa ia dan mamaku wariskan pada kami anak-anaknya kecuali pendidikan. Dengan harapan bahwa pendidikan yang kami enyam dapat menghidupi kami kelak. Dan untuk anak-anakku aku dan suami ingin berikan hal yang sama PLUS pengalaman hidup untuk SURVIVE. Apa yang kami alami dan  lihat langsung saat ini di Jakarta semoga bisa menjadi pengalaman hidup yang baik.

Rabu, 27 April 2011

Lipat Kertas

Bintang senang banget waktu aku berhasil membuat 1 kelinci hijau, 1 burung bangau biru dan 1 kucing kuning. Dia tidak mau ketinggalan melipat kertas walau menjadi bentuk yang tidak jelas. Apalagi Ben, weleh-weleh... dua kertas origami berhasil jadi lecek dan penuh iler hehehe...
Setelah penuh konsentrasi membaca panduan origami dari buku, lipat sana sini plus direcokin BinBen akhirnya satu demi satu bentuk binatang itu jadi.
"Mama pinter ya....", katanya sambil lompat-lompat memegang 3 binatang kertas itu. "Mama, burungnya bisa terbang kaya pesawat-pesawatan Papah ga ya??", tanyanya kali ini sambil melempar bangau biru ke udara. Belum aku jawab, bangau birunya dah jatuh dekat pintu kamar, "Ga bisa terbang sayang, kertasnya berat."

Besok buat yang lain ya Bin. Oya, besok sekolah ya Bin

Selasa, 26 April 2011

Bintang at Tumble Tots

Har ini tanggal 25 April 2011 adalah hari pertama Bintang ikut kelas3-5years di Tumble Tots Mall Ambassador. She was really enjoyed her class after a class triall last week. Gadis kecilku rela bangun pagi dan sarapan karena sangat antusias dengan kelas barunya. Apalagi papah sudah membeli 1 buah helm bergambar Doraemon untuknya.

Dengan kaos kuning dan celana jeans plus helm yang sudah terpakai, Bintang turun dari lantai 7 ke lobby utama. Wkkkk kebayang dong seperti apa orang memandang lucu, heran, dll melihat gadis kecil dalam gandenganku itu berjalan di lobby utama Aryaduta Semanggi pakai helm. Udah aku suruh lepas dengan penjelasan bahwa helm dipakai saat kita naik ojek menuju mall ambassador aja, but she did not want to.

Oya kenapa naik ojek? Aku masih belum mau nyetir sendiri di Jakarta, masih takut. Takut nabrak dan ditabrak. Kata hubby, ya jangan nabrak donk !! Dah ellah ngomong sih gampang, dia kan dah biasa nyetir di kota, lha diriku yang emang baru belajar nyetir pas tuir ya ketar ketir deh pegang setir dalam kota yang terkenal amat sangat macet JAKARTA. Ogahh !!!

Back to Bintang story, sampai di kelas dia langsung masuk dengan malu-malu sementara aku sibuk ngurusin kartu absen di uncle tumble tots. Aku dah siapin mental setebal gulungan kaos kaki eh... mental dan kaos kaki. Mental buat jaga-jaga kalo dia ga mau masuk kelas sendiri, ngamuk, nangis, de el el... Kaos kaki karena aturan dari tumble tots, pengantar dalam kelas harus pake kaos kaki. Untuk yang satu ini aku belum tau tujuannya dan males nanya ke uncle dan aunty tumble tots. Waw, ternyata my little girl berani masuk kelas sendiri. I'm very proud of you sweety. So, next time I can go window shooping while she is in the class Hehehe...

Senin, 25 April 2011

Me Time

Akhirnya bisa kesampaian juga buat blog yang sangat sederhana.
Kl aku posting something new, artinya... aku sedang sendiri karena semua orang tercinta sedang tidur lelap. yeahh this is it, me time!!